Track On Your LIfe
Talk About Music, Talk About Track, Talk About Events In Life

Sep
29

You were right
And I don’t wanna be here
If your gonna be there
Was that supposed to happen

I’ll hold tight
I’ll remember to smile
Though it has been a while
And without you does it matter

There’s no room
No place to start
When our souls are apart

I wanna travel through time
See your surprise
Hold you so tight
I’m counting down the days tonight
I just wanna be a million miles away from here
I’m counting down the days

How’ve you been
It’s just the usual here
And days are feeling like years
And every day’s without you

Now I cry
Just a little too much
When I think of your touch
And everything about you

I feel cold
I’m in the dark
When our souls are apart

I wanna travel through time
See your surprise
Hold you so tight
I’m counting down the days tonight
I just wanna be a million miles away from here

I wanna travel through time
See your surprise
Hold you so tight
I’m counting down the days tonight
I just wanna be a million miles away from here
I’m counting down the days

I’m counting down the days
I’m counting down the days

I’m gonna be your surprise
I’m gonna hold you so tight

Yeah

I wanna travel through time
See your surprise
I’d hold you so tight
I’m counting down the days tonight
I just wanna be a million miles away from here

I wanna travel through time
See your surprise
I’d hold you so tight
I’m counting down the days tonight
I just wanna be a million miles away from here
A million miles away from here

Song Title: Counting Down The Days

By: Natalie Imbruglia

New York City

Day 1:

It’s my first day in NYC and it’s also winter here. I feels so happy right now. Meraih mimpiku untuk bekerja di salah satu perusahaan fashion ternama internasional, sekaligus memperoleh legalisasi memakai sepatu boot dan jaket kulit sambil berjalan dengan cantiknya di trotoar perkotaan – hal yang tidak mungkin bisa kulakukan di Jakarta, kecuali aku memang memasrahkan diriku menjadi pusat perhatian seantero kota Jakarta dan digoda tukang ojek dengan sindiran: “lagi malaria, neng?”

They said I’m lucky. Well,  I do lucky to be here. Nggak semua orang yang bekerja keras mati-matian bisa memperoleh kesempatan yang sama denganku. NGgak semua orang yang bermimpi bisa mewujudkan mimpinya.

It’s a dream come true but.. there’s something missing in here – in my heart. There’s a blank spot in my heart. Maybe I’m just homesick.

(still) Winter

I’m suppossed to be happy. This is my almost perfect life, a life of the dream come true. But the fact is.. I’m not really happy about this. Aku boleh saja tinggal di NYC, bekerja dengan jabatan menjanjikan di sebuah perusahaan fashion ternama di dunia, memperoleh gaji yang bisa membiayai kehidupan mewahku, tinggal di penthouse apartemen ternama di NYC, memiliki satu ruangan penuh berisi pakaian dengan brand ternama, dan segala kemewahan serta kenyamanan lainnya yang kumiliki – kehidupan yang tepat persis seperti yang kudambakan sejak aku masih remaja, tapi nyatanya aku tidak terlalu merasa senang akan semua itu. Ada perasaan kehilangan yang sangat dalam mencuat ke permukaan dalam setiap detik yang kulewati, sebuah perasaan yang membuatku mulai berpikir bahwa aku telah meraih sesuatu yang semu.

Sudah sebulan lebih aku berada di sini, waktu yang singkat tapi cukup untuk membuatku tersadar bahwa dia benar. Aku tidak pernah ingin berada di sini.

Spring

Musim telah berganti, rambutku yang kupotong pendek pada hari keduaku di NYC sudah mulai panjang. Aku sudah seharusnya mulai menemui zona nyamanku di sini, tapi nyatanya aku malah merasa semakin tidak ingin berada di sini.

Rasanya ingin sekali kembali ke waktu itu, waktu ketika aku mendatangi rumahnya dengan perasaan yang sangat bahagia dan mengatakan bahwa aku akan pindah ke NYC dan bekerja di sana setidaknya selama 3 tahun. Reaksinya tidak sesuai dengan harapanku. Di satu sisi aku melihat dia senang akan keberhasilanku mewujudkan mimpiku, tapi itu hanya bagian kecil dari perasaannya sebab terlihat jelas ada rasa sedih dan keberatan yang mencuat ke permukaan melalui ekspresinya.

Lalu kami mulai bertengkar, pertengkaran pertama kami dalam sejarah 5 tahun hubungan kami. Aku bersikeras untuk tetap berangkat dan mewujudkan mimpiku di sana, sementara dia bersikeras untuk melarangku berangkat. Kami berdua sama-sama ngotot dengan pendirian kami masing-masing sampai akhirnya dia mengalah dan mengeluarkan pernyataan:

“Fine! You go there, live your dream in New York, leave me all alone here, then you’ll realize that you don’t wanna be there. Soon or later you’ll realize and you’ll be sorry for it!”

Lalu dia pergi meninggalkanku. Itu adalah pertemuan kami untuk terakhir kalinya, sebab hari-hari selanjutnya dia menghilang tanpa jejak, sementara aku terlalu sibuk mengurus kepindahanku ke NYC.

Sekarang aku baru sadar bahwa dia benar. Aku tidak ingin berada di sini. Harusnya waktu itu aku mendengarkan kalimatnya dan mempertimbangkan kembali keputusanku.

Summer

Rasa itu semakin mencuat ke permukaan: rasa kosong, kehilangan, dan kesepian karena tidak ada dia di sini. PIkiranku mulai bertanya-tanya akankah semuanya berbeda jika aku masih memilikinya di sisiku, akankah semuanya terjadi jika dia ada di sini menemaniku, akankah aku menyesali keputusanku jika pada waktu itu aku lebih memilih untuk tidak pergi dan tetap di Jakarta bersamanya.

Fall

Sudah empat musim kulewati di sini, dan kekosongan itu makin mencuat ke permukaan. Aku tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa dia sangat berarti untukku. Tidak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa tanpanya semua kenyamanan dan kemewahan yang kuperoleh di sini tidak akan berarti tanpanya.

2 Years Later

Aku pasti sudah mengalami mis persepsi terhadap waktu. Baru 2 tahun aku di sini, tapi aku merasa diasingkan di planet kesepian selama 2 abad. Days are feeling like years tanpa adanya di sisiku.

Setiap malamnya, aku membuat coretan di dinding, menghitung berapa banyak hari yang telah kulewati tanpanya, menghitung mundur waktu kedatanganku kembali ke Jakarta… kedatanganku kembali ke sisinya.

3 years later

I’m counting down the days tonight and the night after and the night before. Lima hari lagi dan semua penderitaan ini akan berakhir. Lima hari yang terasa berjalan sangat lama dan alot.

Aku berharap lima hari kemudian dia masih berada di sana, berada di posisi yang sama dengan peran yang sama.

Aku sudah tidak sabar lagi untuk mengetuk pintu rumahnya, melihat ekspresi terkejutnya ketika menangkap sosokku ada tepat di hadapannya setelah 3 tahun lebih beberapa minggu kami tidak saling berhubungan, memeluknya dan merasakan hawa tubuhnya yang hangat menyelimuti hatiku.

I’m counting down the days and I wish there’s nothing change from you. I wish I still be a part of your life – a part that (like you said) you can’t live without.

Sep
29

Knew the signs
Wasn’t right
I was stupid for a while
Swept away by you
And now I feel like a fool
So confused,
My heart’s bruised
Was I ever loved by you?

Out of reach, so far
I never had your heart
Out of reach,
Couldn’t see
We were never
Meant to be

Catch myself
From despair
I could drown
If I stay here
Keeping busy everyday
I know I will be OK

But I was
So confused,
My heart’s bruised
Was I ever loved by you?

Out of reach, so far
I never had your heart
Out of reach,
Couldn’t see
We were never
Meant to be

So much hurt,
So much pain
Takes a while
To regain
What is lost inside
And I hope that in time,
You’ll be out of my mind
And I’ll be over you

But now I’m
So confused,
My heart’s bruised
Was I ever loved by you?

Out of reach,
So far
I never had your heart
Out of reach,
Couldn’t see
We were never
Meant to be

Out of reach,
So far
You never gave your heart
In my reach, I can see
There’s a life out there
For me

Song Title: Out Of Reach

By: Gabriele

Aku terus menerus memutarkan lagu tersebut dalam CD playerku. Entah sudah keberapa kalinya lagu tersebut diputar dan mengisi kekosongan hati dan pikiran ini. Aku memejamkan mataku, menghayati lirik demi lirik yang dinyanyikan Gabriele, lalu dengan gerakan rutin menekan tombol rewind setiap kali lagu tersebut usai. Pada saat ini aku merasa lagu itu tercipta untukku, aku merasa ketika Gabriele menyanyikan setiap lirik yang ada, dia menyanyikan sebuah lagu untukku.

Lagu itu, mencerminkan hidupku pada saat ini.

Mereka bilang tidak ada yang tidak mungkin dalam cinta, tapi kata-kata itu malah terdengar seperti sampah di telingaku. Tidak ada yang mungkin katanya?? Bohong besar! Karena aku dan dia tidak akan pernah mungkin bisa bersatu.

Aku hanyalah orang biasa. Terlalu biasa malahan. Kecantikanku terlalu biasa hingga tak ada seorang pun yang akan menoleh padaku lebih dari satu kali. Kepribadianku terlalu biasa hingga tidak ada seorang pun yang berminat untuk mengenalku lebih jauh. Kecerdasanku terlalu biasa hingga tak ada seorang pun yang betah mengobrol lama-lama denganku. kekayaannya terlalu biasa hingga tak ada seorang pun yang benar-benar memandangku. Semua yang kupunya masuk ke dalam kategori terlalu biasa. Terlalu biasa dalam artian yang sebenarnya. Bahkan kisah hidupku pun terlalu biasa hingga jika dijadikan cerita hanya akan masuk ke dalam tempat sampah para penerbit.

Sementara dia…

Membicarakan tentangnya takkan pernah ada habisnya. Dia adalah sebuah perbandingan terbalik akan diriku, dia adalah sosok yang terlalu luar biasa. Wajhahnya terlalu luar biasa hingga setiap orang tak henti-hentinya memandanginya dan mengagumi ketampanannya. Kepribadiannya terlalu biasa hingga setiap orang tertarik untuk mengenalnya lebih jauh lagi. Kecerdasannya terlalu luar biasa hingga membuat setiap orang selalu ingin mengobrol dengannya. Kekayaannya terlalu luar biasa hingga setiap orang memandangnya dengan tatapan penuh hormat. Semuanya terlalu luar biasa. Luar biasa dalam artiannya yang sebenarnya. Bahkan penulis mana pun akan berlomba-lomba untuk mengabadikan cerita hidupnya yang luar biasa.

Aku memang jatuh cinta, tapi tidak lantas aku menjadi bodoh. Tentu saja dia yang luar biasa tidak akan mungkin bisa disandingkan satu paket denganku. Seperti Marlboro yang tidak mungkin berada dalam satu bungkus yang sama dengan Djaroem Coklat. Seperti kaktus yang tidak mungkin tumbuh di tempat yang sama dengan teratai. Seperti semua seperti yang tidak akan mungkin menjadi satu paket dalam bentuk, untuk alasan, dan sampai kapan pun, dengan cara bagaimana pun.

Aku hanya bisa menyesal. Menyesali kehidupan cintaku yang telah salah memilih jalan. Hati terdalamku menjerit, tapi untungnya aku cukup tahu diri untuk akhirnya memilih untuk diam, menahan emosiku, membiarkan diriku terluka, dan hanya bisa mengaguminya dari kejauhan.

Hanya dari kejauhan…

Karena dia memang terlalu jauh untukku

Karena semakin ku berusaha untuk dekat dengannya, semakin dia menjauhiku

Karena dia memang kelewat jauh untukku meski hanya dalam mimpi

Karena dia memang… out of reach

Bandung, February 8 2007

9:39 AM

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.